Kamis, 31 Desember 2009

Andai Gus Dur Menjadi Presiden Sebelum Sakit


Catatan oleh Yahya Cholil Staqup, mantan Juru Bicara Presiden Gus Dur

Ini kehilangan tak terperi. Tapi diam-diam aku merasakannya seperti formalitas saja. Ketuk palu atas sesuatu yang telah ditetapkan sebelumnya.

Kehilangan yang sesungguhnya telah terjadi dua belas tahun yang lalu, ketika suatu hari kamar mandi kantor PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama), di Kramat Raya Jakarta, tak kunjung terbuka. Kamar mandi itu terkunci dari dalam dan Gus Dur ada di dalamnya. Orang-orang menggedor-gedor pintu, tak ada sahutan. Ketika akhirnya pintu itu dijebol, orang mendapati Gus Dur tergeletak bersimbah darah muntahannya sendiri. Itulah stroke-nya yang pertama dan paling dahsyat, yang sungguh-sungguh merenggut kedigdayaan fisiknya.

Sebelum malapetaka itu, Gus Dur adalah sosok “pendekar” yang nyaris tak terkalahkan. Pada waktu itu, tak ada yang tak sepakat bahwa beliau adalah salah satu tumpuan harapan untuk masa depan Indonesia yang lebih baik. Tapi ketika akhirnya memperoleh kesempatan menakhodai bangsa ini, keruntuhan fisik telah membelenggu beliau sedemikian rupa sehingga gelombang pertempuran yang terlampau berat pun menggerusnya. Aku tak pernah berhenti percaya bahwa seandainya yang menjadi presiden waktu itu adalah Gus Dur sebelum sakit, pastilah hari ini Indonesia sudah punya wajah yang berbeda, wajah yang lebih cerah dan lebih bersinar harapannya.

Aku telah menjadi pengagum berat Gus Dur dan mendaulat diriku sendiri sebagai murid beliau sejak aku masih remaja. Tapi memang Gus Dur telampau besar untukku, sehingga aku tak pernah mampu menangkap secuil pemahaman yang berarti dari ilmunya, kecuali senantiasa terlongong-longong takjub oleh gagasan-gagasan dan tindakan-tindakannya.

Ketika datang kesempatan bagiku untuk benar-benar mendekat secara fisik dengan tokoh idolaku, yaitu saat aku ditunjuk sebagai salah seorang juru bicara presiden, saat itulah pengalaman-pengalaman besar kualami. Bukan karena aku melompat dari santri kendil menjadi pejabat negara. Bukan sorot kamera para wartawan, bukan pula ta’dhim pegawai-pegawai negeri. Tapi inspirasi-inspirasi yang berebutan menjubeli kepala dan dadaku dari penglihatanku atas langkah-langkah presidenku.

Sungguh, langkah-langkah Presiden Gus Dur waktu itu mengingatkanku kembali pada kitab DBR (Di Bawah Bendera Revolusi) yang kukhatamkan sewaktu kelas satu SMP dulu. Mengingatkanku pada “Nawaksara”, mengingatkanku pada “Revolusi belum selesai!”

Orang-orang mengecam kegemarannya berkeliling dunia, mengunjungi negara-negara yang dalam pandangan umum dianggap kurang relevan dengan kepentingan Indonesia. Namun aku justru melihat daftar negara-negara yang beliau kunjungi itu identik dengan daftar undangan Konferensi Asia-Afrika. Brasil mengekspor sekian ratus ribu ton kedelai ke Amerika setiap tahunnya, sedangkan kita mengimpor lebih separuh jumlah itu, dari Amerika pula. Maka presidenku datang ke Rio De Janeiro ingin membeli langsung kedelai dari sumbernya tanpa makelar Amerika.

Venezuela mengimpor seratus persen belanja rempah-rempahnya dari Rotterdam, sedangkan kita mengekspor seratus persen rempah-rempah ke sana. Maka presidenku menawari Hugo Chavez membeli rempah-rempah langsung dari kita. Gus Dur mengusulkan kepada Sultan Hasanal Bolkiah untuk membangun Islamic Financial Center di Brunei Darussalam, lalu melobi negara-negara Timur Tengah untuk mengalihkan duit mereka dari bank-bank di Singapura ke sana…

Barangkali pikiranku melompat serampangan. Tapi sungguh yang terbetik di benakku waktu itu adalah bahwa Gus Dur, presidenku, sedang menempuh jalan menuju cakrawala yang dicita-citakan pendahulunya, Pemimpin Besarku, Bung Karno. Yaitu mengejar kemerdekaan yang bukan hanya label, tapi kemerdekaan hakiki bagi manusia-manusia Indonesia. Yaitu bahwa masalah-masalah bangsa ini hanya bisa dituntaskan apabila berbagai ketidakadilan dalam tata dunia yang mapan pun dapat diatasi. Yaitu bahwa dalam perjuangan semesta itu harus tergalang kerjasama diantara bangsa-bangsa tertindas menghadapi bangsa-bangsa penindas.

Hanya saja, Gus Dur mengikhtiarkan perjuangan itu dengan caranya sendiri. Bukan dengan agitasi politik, bukan dengan machtsforming, tapi dengan langkah-langkah taktis yang substansial, cara-cara yang selama karir politiknya sendiri memang menjadi andalannya. Yang bagi banyak orang terlihat sebagai kontroversi, bagiku adalah cara cerdik beliau menyiasati pertarungan melawan kekuatan-kekuatan besar, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, yang terlampau berat untuk ditabrak secara langsung dan terang-terangan. Gus Dur terhadap Bung Karno, bagiku layaknya Deng Xiao Ping terhadap Mao Tse Tung.

Tapi pahlawanku bertempur di tengah sakit, seperti Panglima Besar Soedirman di hutan-hutan gerilyanya. Maka nasib Diponegoro pun dicicipinya pula…

Banyak orang belakangan bertanya-tanya, mengapa orang tua yang sakit-sakitan itu tak mau berhenti saja, beristirahat menghemat umurnya, ketimbang ngotot seolah terus-menerus mencari-cari posisi di tengah silang-sengkarut dunia yang kian semrawut saja. Saksikanlah, wahai bangsaku, inilah orang yang terlalu mencintaimu, sehingga tak tahan walau sedetik pun meninggalkanmu. Inilah orang yang begitu yakin dan determined akan cita-citanya, sehingga rasa sakit macam apa pun tak akan bisa menghentikannya. Selama napas masih hilir-mudik di paru-parunya, selama detak masih berdenyut di jantungnya, selama hayat masih dikandung badannya.

Kini Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah menyelimutkan kasih sayang paripurnanya untuk hambaNya yang mulia itu. Memperbolehkannya beristirahat dari dunia tempat ia mengais bekal akhiratnya. Semoga sesudah ini segera tercurah pula kasih sayang Allah untuk bangsa yang amat dicintainya ini, agar dapat beristirahat dari silang-sengkarut nestapa rakyatnya. Gus Durku, Bung Karnoku… Selamat jalan…. Kompas.


Continue Reading...

Kamis, 24 Desember 2009

Remaja Beresiko Terjangkit PMS


PENELITIAN menemukan angka kejadian penyakit menular seksual (PMS) pada remaja cenderung meningkat. Ketidakpedulian mereka terhadap seks aman menjadi faktor penyebabnya.

“Beberapa remaja tidak berhati-hati dalam menggunakan kondom dan kontrasepsi seperti yang telah dilakukan remaja pada masa lalu,” kata David Bell MD, spesialis pada kajian remaja dari New York-Presbyterian Hospital/Columbia University Medical Center.


MSN, Kamis (24/12/09), mengutip hasil survei dari Teen Vogue yang menyatakan, sebanyak 23 persen dari 2.000 remaja dilaporkan tidak pernah menggunakan proteksi ketika berhubungan seks. Sementara tingkat kehamilan dan penyakit menular seksual remaja telah menurun, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) baru-baru ini melaporkan kecenderungan peningkatan dari jumlah sebelumnya. Dalam beberapa kasus, malah dapat memburuk.

Data yang diperoleh MSN menunjukan, terjadi peningkatan angka kelahiran dari para remaja. Angka ini naik dibandingkan 2006. Hampir 450 ribu gadis usia 15-19 tahun memiliki anak di tahun 2007.

Lebih lanjut, CDC melaporkan, sekira 1 juta remaja dan orang beranjak dewasa dilaporkan terjangkit penyakit chlamydia, penyakit kencing nanah, dan syphilis.

Salah satu faktor yang mungkin berkontribusi dengan hadirnya penyakit-penyakit di atas adalah mitos bahwa penyakit menular seksual hanya memengaruhi orang tertentu.

“Kota saya sangat makmur, jadi saya merasa seperti kebanyakan orang. Hal itu tidak mungkin terjadi di sini,” ujar Marisa (18) asal New Jersey. Tapi, seperti dijelaskan Bell, kepercayaan itu salah.

“Beberapa wilayah geografis mungkin memiliki angka penderita STD (Sexually Transmitted Diseases/PMS) yang tinggi. Hal itu disebabkan rendahnya pemakaian kondom. Ada peluang bagi remaja di tempat-tempat tertentu untuk mendapatkan tes dan perawatan. Namun, STD dapat menjangkit siapa pun dan di mana pun, tak peduli berapa banyak uang yang Anda miliki,” jelas Bell.

Menurut Amy MacDonald, Pemimpin Midwifery Service dari Duke University Medical Center, Durham NC, seks telah menjadi hal biasa di kalangan remaja sehingga mereka kurang menyadari konsekuensi dari seks tidak aman.

“Remaja selalu merasa tak terkalahkan. Ditambah lagi, mereka hidup di era di mana material seks begitu dibeberkan secara terus-menerus melalui berbagai macam media, seperti televisi dan film. Hal ini yang mempertinggi rasa tak acuh terhadap penyakit menular seksual,” tandasnya. okezone.


Continue Reading...

Rabu, 23 Desember 2009

Koin Untuk Prita Justru Menguntungkan BI


Jumlah uang koin yang telah terkumpul selama aksi Koin Keadilan untuk Prita tak menganggu peredaran uang koin yang berada di Indonesia, tetapi justru memberi keuntungan bagi Bank Indonesia.

Demikian disampaikan oleh Direktur Direktorat Pengedaran Uang Edi Suswanto dan Kepala Biro Humas BI Difi Ahmad Johansyah saat penghitungan koin mulai dilaksanakan di lobi Gedung C BI, Rabu (23/12/2009) siang.

"Saya yakin enggak akan kekurangan koin. Koin itu kan spesifik, hanya sebagian yang keluar. Persediaan koin kami banyak," ujar Edi Suswanto.

Menurut dia, koin yang masih bagus akan diedarkan lagi ke masyarakat dalam bentuk kantong. Sementara itu, yang tidak layak edar (rusak), lanjutnya, akan dimusnahkan. Difi Johansyah mengatakan, jumlah nilai uang koin ini sebenarnya telah masuk ke rekening Prita Mulyasari di Bank Mandiri.

Namun, pihak BI akan menghitung kembali uang koin tersebut untuk membantu mendapatkan hasil yang akurat. Koin yang ditukar itu, kata Edi, memberi keuntungan bagi BI dan bank nasional.

"Keuntungannya, stok kami jadi tambah dan akan memperlancar peredaran keuangan secara nasional," ujar Edi.

Koin tersebut, ujarnya, akan digunakan oleh beberapa perusahaan yang membutuhkan koin, seperti pasar hipermarket, swalayan, dan PT Jasa Marga.

Saat ini, koin yang akan dihitung berjumlah Rp 610 juta dalam 176 karung koin. Setiap karung berisi 500 keping. Total koin tersebut di antaranya terdiri atas Rp 195 juta dalam bentuk karung, Rp 335 juta dalam bungkus plastik, Rp 20 juta dari TvOne, Rp 5 juta dalam peti, dan Rp 5 juta dari pihak swasta. kompas.


Continue Reading...

Selasa, 15 Desember 2009

Ibu ini Selalu Terangsang dan Tidak Pernah Puas


Seorang ibu di New Mexico, AS, mengisahkan bagaimana hidupnya menjadi 'sangat tidak nyaman' setelah cedera dalam sebuah kecelakan mobil yang menyebabkan libidonya selalu on dan tak terpuaskan.

Joleen Baughman, 39 tahun, terluka dalam sebuah tabrakan mobil dua tahun lalu. Tabrakan itu juga merusak sebuah syaraf di panggulnya yang berfungsi mengendalikan hasrat (seks). Kerusakan itu menyebabkan syaraf tersebut selalu kondisi on atau membuat Nyonya Baughman gampang sekali terangsang. Sedikit gerakan, seperti duduk di bus kota, membungkuk, atau bahkan berjalan melintasi ruangan, sudah bisa membuat dia terangsang. Ibu dua anak itu mengatakan, "Sangat tidak nyaman. Saat pakaian bergesekan dengan badan saya, itu sudah bisa membuat saya terangsang. Saya nyaris tidak bisa berpikir jernih. Ini memalukan dan sangat tidak mungkin untuk berkonsentrasi."

Nyonya Baughman, yang tinggal bersama suaminya, Brian (39 tahun) dan dua orang anak mereka, didiagnosis mengalami kondisi yang sangat jarang terjadi yang disebut Restless Genital Syndrome atau dikenal juga dengan nama Persistent Sexual Arousal Syndrome (Sindrom Rangsangan Seksual Terus-menerus). Dalam kecelakaan pada April 2007, Nyonya Baughman berada dalam sebuah truk pickup bersama Brian, seorang tukang ledeng, ketika seorang pria mabuk menabrak mobil mereka dari depan. Dokter mata itu, yang telah pulih dari sebuah operasi otak, menderita luka serius termasuk patah tulang, dan dirawat selama beberapa minggu. Dia pulih secara perlahan di rumah, tetapi enam bulan kemudian, ia mulai menderita efek samping yang tidak terduga.

"Saya mulai mendapat dorongan seksual yang besar, entah dari mana datangnya dan benar-benar membelenggu saya. Itu berlangsung hampir sepanjang hari. Saya sangat terkejut karena biasanya saya hampir tidak memiliki dorongan seks sama sekali," katanya seperti dikuti Telegraph, Rabu.

Nyonya Baughman mengungkapkan, dia dan suaminya yang telah menikah 20 tahun awalnya senang dengan munculnya dorongan seks yang baru itu tetapi hal itu sekarang menjadi seperti tulah baginya. "Brian sangat gembira. Dia seperti merasakan, 'Wow, untuk pertama kalinya dalam perkawinan kami, dia menjadi orang yang menginginkan seks'. Saya gembira juga. Saya pikir, akhirnya saya memperoleh dorongan seksual dan saya dapat memberikan kepada suami saya apa yang dia inginkan."

Namun dia segera menyadari, berhubungan seks tidak mengurangi dorongannya dan hal itu mulai jadi menyakitkan. "Kami melakukan hubungan seks sekali dan saya tidak merasa puas sedikit pun," kata Baughman. "Jadi kami melakunya lagi tetapi saya tetap menginginkan seks, bahkan lebih dari sebelumnya."

Dia lalu mencari batuan medis dan akhirnya diberi tahu bahwa kondisinya dipicu oleh kerusakan pada syaraf pundendal-nya, sebuah syarat di panggul, dekat dengan alat kelamin. "Saya sangat lega saat mengetahui, kondisi saya bukan karena soal psikologis. Saya sempat berpikir saya akan gila atau ini karena kesalahan saya. Saya pikir banyak orang berpikir demikian tentang kondisi ini. (Sesungguhnya) terangsang selama 24 jam sehari sangat melelahkan," katanya. kompas.


Continue Reading...

Pencuri Semangka Divonis 15 Hari Penjara


Kedua terdakwa kasus pencurian semangka, Basar Suyanto dan Kholil, warga Kelurahan Bujel, Kecamatan Mjoroto, Kediri, Jawa Timur, akhirnya diputus bersalah dengan hukuman 15 hari penjara.

"Keduanya terbukti sah dan meyakinkan melakukan pencurian dengan pemberatan, karena dilakukan bersama-sama, sehingga kami memutuskan untuk memberi putusan bersalah dengan hukuman 15 hari," kata Ketua Majelis Hakim, Roro Budiarti Setiowati, dalam sidang dengan agenda putusan di Pengadilan Negeri Kota Kediri, Rabu.

Ia mengatakan, kedua terdakwa tersebut telah mengakui perbuatanya, mengambil barang milik orang lain, sehingga hal itu dipandang telah merugikan orang lain. Sanksi tersebut, kata dia, bukan berarti mengesampingkan nilai keadilan di masyarakat, dimana nilai kerugian akibat pencurian satu buah semangka senilai Rp 30 ribu itu berbanding terbalik dengan kasus para koruptor, yang hingga kini belum tuntas.

Ia juga mempertimbangkan kasus serupa, seperti Minah, warga Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, yang juga mengalami kasus serupa pada November 2009, mencuri tiga biji kakao, sehingga ia diputuskan bersalah dan diberi sanksi berupa hukuman satu bulan 15 hari.

Pihaknya berharap, dengan sanksi yang diberikan kepada Majelis Hakim, yaitu 15 hari dengan masa percobaan satu bulan, dapat juga dijadikan sebagai efek jera, mengingat kasus pencurian juga merugikan orang lain.

Jaksa Penuntut Umum Dwianto mengaku kecewa dengan sikap majelis hakim, yang tidak memberinya kesempatan menanggapi putusan hukuman bagi kedua terdakwa. "Mengapa majelis hakim tidak mempertanyakan kepada kami (sebagai jaksa), tanggapan atas putusan itu?" kata Dwianto dengan kecewa.

Penasihat Hukum kedua terdakwa Nurbaedah mengaku puas dengan putusan majelis hakim yang diketuai oleh Roro Budiarti Setiowati dan dua hakim anggota lainnya, Andri Widio Laksono dan Edi Saputro itu. "Saya puas dengan keputusan tersebut, karena lebih ringan ketimbang tuntutan Jaksa," kata Nurbaedah mengungkapkan. kompas.


Continue Reading...

Sabtu, 12 Desember 2009

RI Minta Tunda "Open Sky Policy" ASEAN


Menteri Perhubungan (Menhub) Freddy Numberi memastikan Indonesia akan meminta penundaaan untuk terlibat secara penuh dalam kebijakan udara terbuka (open sky policy) di ASEAN. "Minimal enam bulan ke depan, kami minta penundaan untuk dibahas dalam pertemuan tingkat menteri transportasi berikutnya," katanya kepada pers di Jakarta, Sabtu (12/12/09), saat menyampaikan Evaluasi Kinerja Departemen Perhubungan.

Freddy mengawali penjelasannya terkait dengan salah satu hasil pertemuan tahunan dua hari Menteri Transportasi ASEAN di Hanoi, Vietnam yang berakhir Jumat (11/12/09).

Menurut Freddy, Dephub melakukan hal itu karena harus mempersiapkan diri sebaik-baiknya sebelum menghadapi tahapan liberalisasi udara ASEAN secara penuh untuk penumpang dan barang pada 2015. "Jika tidak siap, penerbangan nasional kita justru dilayani mereka," katanya.

Persiapan yang dimaksud, tidak hanya secara regulasi, tetapi juga menyangkut kondisi dan jumlah bandara internasional dan operator penerbangan nasional di Indonesia. "Singapura hanya punya satu bandara, Malaysia enam bandara, kita 26 bandara internasional. Kalau semuanya dibuka, kita akan dirugikan," katanya.

Menhub menegaskan, dalam kerja sama dengan negara lain, kepentingan nasional harus didahulukan. "Mereka tampaknya cukup memahami sebab perundangan yang berlaku di negara lain memang harus dihormati," katanya.

Sementara itu, menurut Dirjen Perhubungan Udara Dephub Herry Bakti, pembahasan kembali masalah open sky ASEAN kemungkinan akan dilakukan pada April 2010 pada ASEAN Summit di Hanoi atau pertemuan tingkat menteri pada November 2010 di Brunei.

Sebelum pertemuan itu, tambah Herry, pemerintah kemungkinan akan mengeluarkan keputusan menteri tentang jumlah bandara yang siap untuk open sky policy. "Mungkin ada 3 atau 5 bandara yang siap," kata Herry. Kompas.


Continue Reading...

Rabu, 09 Desember 2009

AntiKorupsi Dunia, Twitter Over Capacity


Situs mikroblogging Twitter down pada pukul 14.00. Diprediksi hal ini dikarenakan terlalu banyaknya tweet yang masuk sehingga kapasitas Twitter tidak mampu menampung.

Ditelusuri okezone, Rabu (9/12/2009), Twitter tidak bisa diakses melalui jaringan komputer PC. Notifikasi "Twitter is over capacity" langsung muncul sekejap ketika Twitter diakses.

"Too Many Tweets? Please wait a moment and try again," demikian pemberitahuan yang dilakukan oleh pihak Twitter.

Lalu ketika diklik ulang, Twitter langsung memunculkan notifikasi 'Something is technically wrong".

Hal seperti ini ternyata terjadi tidak hanya di Twitter yang diakses melalui PC saja tetapi juga di Twitter mobile semacam UberTwitter dan Twitter60. Ini merupakan kali pertama Twitter di Indonesia tidak bisa diakses. Hal serupa pernah terjadi di luar negeri, contohnya ketika terjadi kerusuhan demo pemilu di Iran.

Dari pesan notifikasi yang masuk, kemungkinan besar Twitter tidak sanggup menampung banyaknya tweet yang masuk. Sebelumnya, okezone menemukan, kebanyakan pengguna Twitter di Indonesia memposting informasi mengenai demo massal memperingati hari antikorupsi di dunia.Okezone.


Continue Reading...

Bos Mafia Didesak Facebooker Jadi Mata-mata


Para pengguna Facebook di Italia mendesak Giovanni Nicchi, bos mafia asal Sisilia yang berhasil tertangkap pekan lalu agar menjadi mata-mata kepolisian.

Sejak Nicchi tertangkap, lebih dari 5.000 orang memenuhi Facebook milik kepolisian Palermo. Pasukan kepolisian ini bertugas memburu para buronan yang diduga merupakan anggota mafia.

Seperti dilansir Big News Networks, Rabu (9/12/2009), para anggota Facebook tersebut mendesak Nicchi agar bersedia menjadi informan kepolisian Palermo untuk menebus kesalahannya.

"Gianni Nicchi, Anda adalah gembong mafia, namun Anda masih terlalu muda. Berdasarkan catatan kriminal, Anda belum pernah membunuh siapa pun. Anda memiliki dua orang anak yang masih kecil dan istri yang masih sangat muda. Anda masih punya kesempatan untuk memperbaiki diri dan menebus kesalahan Anda," tulis salah satu Facebooker pada laman Fan Page tersebut.

"Beri pelajaran pada setiap orang dengan membalikkan badan dari Costra Nostra dan berkolaborasi dengan sistem keadilan Italia. Dengan begitu hidup Anda dan keluarga akan lebih mudah dan tentram," tulis Facebooker lainnya.

Costra Nostra merupakan sebutan dalam bahasa Italia untuk kelompok mafia asal Sisilia. Kini, Nicchi masih dalam proses hukum. Gembong mafia ini harus menghadapi ancaman hukuman 18 tahun penjara terkait kegiatannya sebagai anggota mafia serta tuduhan pemerasan dan perampokan.Okezone.


Continue Reading...

Minggu, 06 Desember 2009

Pecandu Internet beresiko Lukai Diri Sendiri


Remaja yang kecanduan internet punya kemungkinan lebih besar untuk melakukan perbuatan yang membahayakan diri mereka. Demikian hasil studi ilmuwan Australia-China.

Seperti dilaporkan Reuters, pekan lalu para peneliti mengkaji 1.618 remaja berusia 13 sampai 18 tahun dari Provinsi Guangdong di China mengenai perilaku memukul diri, menjambak, mencubit atau membakar diri. Para responden juga diberi tes guna mengukur tingkat kecanduan mereka terhadap internet.

Tes itu mendapati bahwa sebanyak 10 persen siswa yang disurvei kecanduan internet pada tingkat sedang, sementara kurang dari satu persen adalah pecandu berat internet. Kecanduan internet telah dikategorikan sebagai masalah kesehatan mental sejak pertengahan 1990-an dengan gejala yang serupa dengan kecanduan lain.

"Semua siswa yang dikategorikan sebagai kecanduan tingkat sedang terhadap internet, 2,4 kali lipat lebih besar kemungkinannya melukai diri sendiri, satu sampai lima kali dalam 6 bulan belakangan dibandingkan dengan siswa yang tidak kecanduan internet," kata Dr. Lawrence Lam dari University of Notre Dame, Australia dan rekannya dari Sun Yat-Sen University, Guangzhou dalam hasil risetnya.

Mereka mengatakan hasil itu menunjukkan hubungan "yang kuat dan mencolok" antara kecanduan internet dan tindakan melukai diri di kalangan remaja bahkan jika dihitung bersama variabel lain yang berkaitan dengan perilaku seperti depresi, ketidakpuasan pada keluarga, atau peristiwa hidup yang membuat stres. Para peneliti mengatakan hal itu menunjukkan bahwa kecanduan ialah satu faktor risiko terpisah bagi tindakan melukai diri.

Para ahli menafsirkan kecanduan internet antara lain jika ada perasaan depresi, gelisah, dan murung ketika tidak melakukan kegiatan internet. Semua itu baru bisa hilang ketika pecandunya kembali melakukan kegiatan online. Mengkhayal atau terlalu memikirkan kegiatan online adalah tanda lain mengenai kecanduan internet. Meski diakui soal kecanduan internet ini perlu diteliti lebih lanjut.Kompas.


Continue Reading...

Investigasi Alien Dihentikan


Makhluk luar angkasa memang masih menjadi misteri, dan orang-orang masih saja mencari tahu keberadaan makhluk tersebut. Namun, Kementerian Pertahanan Inggris justru memutuskan untuk menutup unit investigasi makhluk luar angkasa setelah 50 tahun berdiri.

Alasannya bukan putus asa karena tidak menemukan makhluk luar angkasa, tetapi biaya pengelolaan unit itu tidak bisa lagi dibenarkan. Kementerian Pertahanan Inggris menyebutkan, mereka tidak menemukan bukti ancaman terhadap Inggris atau bukti keberadaan makhluk luar angkasa meskipun publik mengirimkan ribuan laporan telah melihat piring terbang atau unidentified flying object (UFO).

Kementerian menyatakan tidak memiliki opini tentang keberadaan alien dan tidak memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi penglihatan tentang makhluk tersebut. ”Tidak ada keuntungan pertahanan dalam investigasi semacam itu dan hanya akan membuang-buang sumber pertahanan,” sebut kementerian itu, Sabtu (5/12).

Juru bicara Kementerian Pertahanan menambahkan, ancaman terhadap zona udara Inggris akan dipantau oleh radar dan diurus oleh pesawat-pesawat Angkatan Udara Kerajaan Inggris. Para pekerja di unit itu mengatakan akan mengakhiri penelitian tentang salah satu misteri terbesar sepanjang sejarah manusia.

Dengan penutupan unit itu, Kementerian Pertahanan Inggris bisa menghemat pengeluaran 73.000 dollar AS per tahun dan akan dialihkan untuk mendukung pasukan Inggris di Afganistan. (AP/Reuters/FRO).Kompas.


Continue Reading...

Selasa, 01 Desember 2009

Laba-Laba Vegetarian Pertama di Dunia


Hampir semua spesies laba-laba merupakan jenis predator yang memangsa hewan lainnya, dari serangga sampai burung. Di antara lebih dari 40.000 spesies laba-laba yang ada di dunia, laba-laba yang baru ditemukan ini mungkin jenis pertama diketahui makan tumbuh-tumbuhan.

Hewan berkaki delapan yang diberi nama Bagheera kiplingi itu, hidup di Amerika Tengah khususnya Meksiko dan Costa Rika. Laba-laba vegetarian yang besar tubuhnya hanya seukuran kuku orang dewasa itu memangsa ujung daun akasia.

"Ini benar-benar laba-laba pertama yang diketahui memangsa tumbuh-tumbuhan. Ia juga laba-laba pertama yang diketahu menjadikan tumbuh-tumbuhan sebagai mangsa pokoknya," ujar Christopher Meehan dari Universitas Villanova, Pennsylvania, AS yang melaporkan penelitian tersebut bersama peneliti lainnya dalam jurnal Current Biology edisi teranyar. Ia mengatakan hampir semua buku teks laba-laba tak ada yang pernah menyatakan ada laba-laba pemakan tumbuh-tumbuhan.

Dalam memperoleh sumber makanan ia cukup dibantu peran semut penjaga yang hidupnya juga di pohon akasia. Pasalnya dengan semut yang menguasai akasia, tidak ada herbivora lainnya yang berani mendekat. Namun, karena semut juga makan ujung daun, selain nektar, laba-laba harus melakukan strategi khusus.

Saat berburu mangsa, laba-laba tersebut harus menghindari smeut penjaga dengan memanfaatkan jaringnya untuk bergerak naik turun. Laba-laba juga membangun sarangnya di pangkal daun akasia tua yang jarang sekali dilalui semut.

Selain memangsa ujung daun, laba-laba tersebut sebenarnya masih memangsa lainnya seperti larva semut dan nektar. Saat memengsa semut mereka akan berpura-pura menjadi semut dengan melakukan gerakan zig-zag.

Meski demikian, pengamatan yang dilakukan menggunakan rekaman video dan analisis kimia menunjukkan laba-laba tersebut tetap mendapatkan sebagian besar makanan dari tumbuhan. Populasi di Meksiko memperoleh 90 persen makanan dari jaringan tumbuhan dan sisanya larva semut, nektar, dan lainnya. Sementara populasi di Kosta Rika memperoleh 60 persen makanan dari daun akasia.Kompas.


Continue Reading...
 

Fuaddany Zone Copyright © 2009 WoodMag is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template