
Adrie Subono, promotor konser Boyslikegirls yang digelar di Jakarta pada Senin (25/1/2010) malam, mengaku lebih khawatir akan aksi band itu daripada terhadap apa yang terjadi pada para penonton grup tersebut.
Pertama kali manggung di Indonesia, Boyslikegirls--terdiri dari Martin Johnson (vokal dan gitar), Paul DiGiovani (gitar), Bryan Donahue (bas), dan John Keefe (drum)--berhasil menarik kira-kira 3.500 orang ke Tennis Indoor Senayan malam itu. "Dagangan kami laris-manis. Sembilan puluh persen tiket habis, 3.500 tiket berhasil kami jual," terang Adrie Subono, yang membawa bendera Java Musikindo, kepada Kompas.com usai konser tersebut.
Diakui oleh Adrie, apa yang terjadi pada para penonton, diakui oleh Adrie, membuatnya khawatir juga. "Deg-degan juga lihat anak kecil desak-desakan," ucap Adrie. Apalagi ketika ada satu-dua penonton kelas Festival yang pingsan karena berdesak-desakan. Namun, sejauh itu, menurut Adrie, konser tersebut berjalan dengan aman.
Yang justru lebih dikhawatirkan oleh Adrie adalah aksi para personel Boyslikegirls dan akibatnya. "Justru yang bikin gue khawatir, biasanya dia (Johnson) terakhir suka lompat ke penonton dan memang benar tadi dia lompat ke penonton," ucapnya lagi. Untungnya aksi tersebut tidak menyebabkan apapun yang tak diinginkan oleh siapapun.
Di samping itu, Adrie mengkritik penanganan sound system dalam konser tersebut. "Soal sound, kami sih memang enggak bisa berbuat apa-apa. Kami sudah sediakan apa yang mereka (Boyslikegirls) minta dan sisanya mereka yang kutak-katik. Kalau gue bilang sih, sound-nya jelek," kritik Adrie.
Namun, apapun kata Adrie, para penonton yang sudah menanti penampilan Boyslikegirls, bahkan ada yang sejak pukul 14.00 WIB, tak peduli akan hal itu. Galih (14), contohnya. Gadis asal Jakarta ini mengaku puas dengan lagu-lagu yang disajikan oleh idolanya tersebut, yaitu "Love Drunk", "Five", "Boyfriend", "Shot", "Hero", "Two is Better", "Contagious", "Heartbreak", "Heels", "Dance Hall", "Thunder", "Someone Like You", dan "Great Escape".
"Puas, pokoknya puas banget. Gue enggak percuma nungguin dari siang, terus baru boleh masuk ke dalam (Tennis Indoor Senaya) jam enam (petang)," ujarnya.kompas.



0 comments:
Poskan Komentar